Hiba Ammar writes:
When my father proposed to my mother... He dedicated Surah Al-Imran, which he memorized off heart, as her "Mahr" (dowry)
And when my husband proposed to me, my father told him that he would
have to memorize a surah of the Quran as my mahr.. The wedding will not
go on unless i'v received my mahr
I was asked to pick one of
the surahs... I chose Surah Al-Noor... For all the laws that Surah
contained within it and for the fact that it seemed hard to memorize on
my behalf.
And before our wedding day; aside of being busy
preparing for our "Newly wedded Nest"... The Quran wouldn't leave my
husband's hand an entire month as he was memorizing the surah...
A few day before our wedding day, my husband came to recite to my father the surah which he had completed.
My father told him every time u make a mistake, u would have to start from the beginning all over again :))
My husband began reciting surah Al-Noor with his calm/gentle voice in
such a "beautiful" scene which I will never forget. My mother and I
would look at one another and would smile awaiting my husband to make a
mistake so he would have to start all over again and by that increase my
"Reward"...
But my husband - May Allah bless him - had memorized the surah off heart and didn't even forget one single verse of it.
Once he finished my father hugged him and said to him: "Today I shall
marry my daughter to u for u have fulfilled her mahr.. and your pledge
to me.."
He didn't pay me a financial mahr... And we didn't buy gold worth tens of thousands...
He sufficed me with Allah's words as an oath/contract between us...
And the Question is.... I wonder what Surah my daughter will chose as her mahr in the future?
_______________________________________________________________________________
Pasti ramai dah baca kisah ni.
Air mata sang lelaki tumpah disaat berjaya menghabiskan surah al-nur setelah mencuba berkali2 .Dan pastinya,si perempuan sedaya upaya mengamalkan akhlak2 didalam surah al-nur tersebut. .
Maka ramailah yang mula mengimpikan situasi seperti ini.Kelihatan post dishare
"seronoknya"
"nanti kahwin nak mahar surah al-imran ke.al-baqarah ke"
"Indahnya perkahwinan"
dan lain-lain lagi .Kita mula mengimpikan,mahar kita juga adalah tasmi' ayat quran dari sang suami.
Persoalannya,jika ditanya pada sang rijal,adakah kamu mahu memberikan aku mahar berupa duit atau hafalan surah quran ? Anda pasti dapat teka yang mana lebih mudah kan?
Ramai yang lebih rela membanting tulang mencari wang,berbanding yang duduk berteleku menghafal al-quran.
Tipulah,tak terdetik dihati ,mahu juga mahar seperti ini.
Lantas aku memandang amal sendiri.Inginkan sang putera me recite kan kalam Allah dengan penuh gigih,walhal dikala subuh berkumandang,entah kita terus bangun atau masih enak melayan pelukan syaitan.
Inginkan sang putera yang menjadikan quran sebagai teman.Walhal diri sendiri mengabaikan quran
Inginkan sang putera yang punyai akhlak islam,walhal jika kita ditanya rukun iman dan islam tergagap-gagap memberikan jawapan.
Inginkan sang putera yang menghafal quran,membacakannya disaat sang wali meminta.Walhal diri hanya mengingati surah surah lazim al-quran.
Mengapa terus berangan-angan tanpa amal?
Tidak salah berimpian,tapi biar setanding dengan amalan.
Mungkin tidak semua mampu,me recite kan surah pjg alquran ,mungkin cukup sekadar surah al-mulk sebagai gantian? Sekurang-kurangnya,jika dia mampu menghafal surah al-mulk bermakna dalam sehari,dia akan membaca satu surah dikala malam walau sesibuk mana pun (?)
Bak kata mak,tak guna hafal quran , jika tajwid tunggang langgang .**tembak dahi tembak dahi.


1 comment:
saya suka entry yang ini.....
Post a Comment