Dia ni siapa?
kenapa bagai satu dunia meratapi pemergiannya?
Dia meninggal sebab apa?
apa istimewanya dia?
Aku bertanya ditwitter.Aku tanya kawan-kawan.Hari kedua pemergian arwah.aku terbaca satu blog.yes!penulisan blog ni menjawab semua pertanyaan aku.
http://rindu-seorang-hamba.blogspot.com/2013/03/pulangnya-seorang-mujahid.html
Allah.Allah.Aku tak kenal arwah,tapi kisah nya cukup membanggakan medan dakwah dan tarbiyah.Dia pergi memberikan impak besar pada ikhwah yang lain.
Itu dia.dan kita?Skop dikecilkan,dan aku....?
Kita hidup didunia dengan gelak tawa,bagai lupa bahawa ajal itu bakal tiba.
Dalam dakwah aku masih merangkak.Bagi all out 100% pun aku tak yakin aku mampu.Mana taknya,daurah skip2.Bila jumpa orang,bagi salam lepas tu blah.So bila masa aku sampaikan haq?Pang !
Hari yang sama pemergian arwah,seorang bapa senior disini juga meninggal.Senior tu x balik 4tahun dah.Dia balik disaat ayah dia dah takde.Apa ya perasaan dia?
Kematian itu pasti.pasti !Allah tak kan cepat atau lambatkan walau sesaat.Kita ini,walau seorang daie yang hebat,walau pelajar yang mumtaz,walau seorang yang tak pernah tinggal perkara sunat,hal itu x menjamin kita ini bakal mati dalam keadaan husnul khotimah.YA ! KITA TAK TAHU HUSNUL KHOTIMAH ITU MILIK KITA ATAU TIDAK.
“Ya
Allah, akhirilah hidup kami dengan islam, akhirilah hidup kami dengan
membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah”
Tapi kenapa,kita selalu doa supaya dosa kita diampunkan,tapi kita tak doa supaya kita mati dalam islam.dalam husnul khotimah? T.T Ingatan ni utk aku.AKU .
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah,
sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa
menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia
itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula)
kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada
orang-orang yang bersyukur.(al-imran 145)
Status sahabat MMU,amira asri difb hari tu betul-betul buat aku tersedar.Bahawa setiap kalam,setiap perkataan,setiap penulisan kita akan dihisab.Semakin banyak social network kita,semakin banyak kita update.Bezanya yang kita update tu membawa manfaat pada orang lain atau tidak?Atau kita memaki?Mengutuk?Semua perkara ni bakal dihisab.Siapa nak,dihisab oleh Allah lama2?kalau boleh nak cepat!
Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian (mu), jika kamu memang benar.
(albaqarah 94)
Tapi aku teringat kalam senior diUK,"teruskan menulis,sebab bila kita tidur,orang membaca penulisan kita,pahala itu terus mengalir"
Sama ada kita ini sentiasa mengingati mati atau tidak,kita perlu soal diri sendiri..Berita kematian sebenarnya untuk mengetuk hati kita untuk ingat pada Dia.
Jika arwah meninggal dimedan dakwah,kita kelak?

No comments:
Post a Comment